Judul Mata Kuliah : ANALISIS LANSEKAP TERPADU
Nomor Kode/SKS : PTT 4201/ 2-1
Bobot Kredit : 3 (2+1)
Diskripsi singkat : Perkuliahan ini akan memberikan pembelajaran kepada mahasiswa tentang empat pokok bahasan yakni: (1) pemahaman   terhadap proses-proses pembentukan bentang lahan (geomorfologi), (2) memperkenalkan bentuk-bentuk bentang lahan, pemahaman terhadap proses terbentuknya dan karateristik masing-masing bentang lahan dan (3) kegunaan karakteristik bentang lahan  untuk keperluan  identifikasi pengelolaan sumberdaya lahan dan 4) analisis lansekap guna mengetahui potensi suatu lansekap, termasuk bahaya yang akan ditimbulkan seperti banjir, longsor dan kekeringan. 

Untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa, dilakukan praktikum di Laboratorium dan Praktek Lapangan yang mencakup: pengenalan pengenalan bentuklahan melalui foto udara, delineasi bentuklahan pada foto udara, klasifikasi bentuk lahan dan pengenalannya langsung di lapangan.

Serangkaian Field Trip yang dirancang 2 atau 3 hari mengelilingi wilayah Jawa Timur diperlukan untuk mengembangkan wawasan mahasiswa.

Tujuan Pembelajaran Umum : Memberikan pemahanan kepada mahasiswa tentang mengenal bentuk-bentuk bentang lahan, proses-proses pembentukan, karakteristik, cara menganalisisnya baik melalui citra penginderaan jauh dan pengamatan di lapang, mengetahui hubungan bentuklahan dengan sumberdaya  lahan yang lain, dan menganalisis secara spasial dengan bantuan GIS pemanfaatan data sumberdaya lahan tersebut.

 

A. PUSTAKA

 

a. Geomorfologi:

Allison. R.J. 2002. Applied Geomorphology: Teory and Practices. John Wile & Sons. New York.

Marsoedi DS, Widagdo, Junus Dai, Nata Suharta, Darul SWP, S. Hardjowigeno, J. Hof . 1994.Pedoman Klasifikasi Landform. Centre for Soil and Agreoiclimatic Research. Bogor. Laporan Teknis No 5, versi 2.0 Juni 1994.

Munir. M. 2003. Geologi Lingkungan. Bayumedia Publishing. Malang.

b. Geologi

Bemmelen, R. W. van (Reinout Willem van). 1949. The Geology of Indonesia The Hague : Govt. Printing Office. 2 volumes

Von Bandat, H.F. 1962. Aerogeology. Gulf Publishing Company, Houston, Texas

c. Penginderaan Jauh:

Purbowaseso, B. 1996. Penginderaan Jauh terapan. Penerbit Univeresitas Indonesia. Terjemahan dari Applied Remote Sensing: C.P. Lo.

Von Bandat, H.F. 1962. Aerogeology. Gulf Publishing Company, Houston, Texas

d. Sistem Informasi Geografi:

Prabowo, D; A. T. Nugoho; J. Palapa dan H. Ardiansyah. 20xx. Modul Pengenalan GIS, GPS dan Remote Sensing. Dept. GIS. Forest Watch Indonesia. 133 p.

Prahasta, E. 2004. Sistem Informasi Geografi: Tools dan Plug-Ins. Informatika. Bandung.

Puntodewo, A., S. Dewi dan J. Tarigan. 2003. Sistem Informasi Geografi: untuk pengelolaan sumberdaya alam. ICRAF. Bogor.

Wilson, J.P dan J.C. Gallant. 2000. Terrain Analysis: Principles and Application. John Wile & Sons, Inc. New York

A.  ALOKASI WAKTU :

Jumlah sks    = 3 sks

Tatap muka   = 2 sks       =     14 kali tatap muka (2 x 14 jam) dan 2 kali evaluasi (UTS dan UAS)

Praktikum     = 1 sks        =     14 kali praktikum (2 x 14 jam)

B.    JADWAL KULIAH
Kelas Jumlah Mhs Dosen Pengampu Hari Jam Ruang Keterangan
Kelas A 48 1.       Ir. Bambang Siswanto, MS (BSI)*

2.      Dr. Ir. Sudarto, MS (SDT),

3.      Kurniawan Sigit Wicaksono, SP, MSc (KSW)

Senin 14.45-16.25 Tanah A2 Koordinator Mata Kuliah: BSI 

 

Dosen M1 M2 M3 M4 M5 M6 M7 M8 M9 M10 M11 M12 M13 M14 M15 M16 M17 M18
21/2 28/2 7/3 14/3 21/3 28/3 4/4 25/4 2/5 9/5 16/5 23/5 30/5 6/6
BSI Ѵ Ѵ Ѵ Ѵ
SDT Ѵ Ѵ Ѵ Ѵ Ѵ Ѵ
KSW Ѵ Ѵ Ѵ Ѵ